“CEGAH STUNTING ITU PENTING” : Bersama PERSAGI Riau, PNC turut meriahkan perayaan HGN ke 60

pnc.universitaspahlawan.ac.id – PNC, Indonesia saat ini mengalami masalah “triple burden”  dimana stunting dan wasting masih tinggi, masalah gizi obesitas dan kekurangan zat gizi mikro, seperti anemia juga masih menjadi tantangan besar. Hal ini merupakan ancaman besar bagi negara, karena akan berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia ke depannya.

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional (HGN) ke 60 tahun 2020 yang jatuh ada tanggal 25 Januari 2020, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) provinsi Riau bersama Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes Riau melakukan penyuluhan gizi untuk siswa di SMAN 9 Pekanbaru. Pada momen tersebut, Ahli Gizi dari PNC juga turut berpartisipasi. Tema yang diangkat pada HGN ke 60 ini adalah GIZI Optimal untuk Generasi MILENIAL. Penyuluh yang bertugas saat itu adalah Irfa Susilawati, SP (Ahli Gizi RSUD Arifin Achmad Riau, perwakilan dari PERSAGI Riau) dan Alfon Tabrani, S.Gz (Ahli Gizi dari PNC) serta 3 orang Mahasiswa Gizi Poltekkes Kemenkes.  Topik penyuluhan gizi yang disampaikan adalah “Cegah Stunting itu Penting”.  Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Januari 2020.

Description: D:\HGN\cegah.jpg

Irfa Susilawati, SP menjelaskan bahwa stunting (kerdil) merupakan salah satu masalah gizi kronik yang terjadi di Indonesia. Stunting memiliki dampak yang buruk untuk kehidupan seseorang. “Stunting akan menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan khususnya gangguan kemampuan kognitif sehingga dapat menurunkan kemampuan dan prestasi belajar saat sekolah. Hal nantinya akan berdampak pada skill dan kemampuan kerja orang tersebut saat dewasa sehingga dapat menurunkan produktivitas kerja dan menyebabkan penghasilan orang tersebut di kemudian harinya” tutur Irfa Susilawati, SP dalam memberikan penjelasan.

Terdapat salah satu fenomena unik pada kejadian stunting yaitu anemia. Jika tidak diatasi dari awal, anemia pada ibu hamil bisa menyebabkan bayi lahir stunting. Remaja khususnya wanita merupakan calon-calon Ibu hamil di masa depan ditekankan untuk memperhatikan asupan gizi yang seimbang untuk mencegah anemia khususnya asupan zat besi. “Konsumsi makanan sumber zat besi merupakan salah langkah utama untuk mencegah terjadinya anemia. Makanan sumber zat besi yang baik umumnya terdapat pada pangan hewani seperti hati, daging, ayam, ikan dan pada pangan nabati yaitu sayuran hijau seperti bayam, kangkung dan daun kelor” jelas Alfon Tabrani, S.Gz kepada siswa yang bertanya mengenai  makanan sumber zat besi.

Siswa SMAN 9 Pekanbaru sangat antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang dilakukan pada saat itu. Sebelum dilakukan penyuluhan, siswa tersebut diminta untuk mengisi kuesioner pengetahuan gizi dan setelah dilakukan penyuluhan gizi siswa tersebut diminta kembali untuk mengisi kuesioner yang sama. Diharapkan, setelah diberikan penyuluhan gizi, remaja SMAN 9 Pekanbaru dapat meningkat pengetahuan gizinya dan menerapkan perilaku gizi seimbang dalam kehidupan sehari – hari untuk mencegah terjadinya stunting di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *