MP-ASI Tepat, Bayi Tumbuh Sehat

pnc.universitaspahlawan.ac.id – PNC, ASI merupakan Makanan yang paling baik untuk bayi baru lahir. Setelah berusia 6 bulan, ASI tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan gizi bayi seutuhnya sehingga bayi memerlukan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI). Pemberian makanan yang kurang tepat pada bayi akan memperbesar resiko masalah enteral, infeksi bahkan sampai pada kematian. Lalu bagaimanakah pemberian MP-ASI yang sehat dan tepat?

Apa itu MP-ASI?

MP-ASI merupakan makanan bayi yang menyertai pemberian ASI, diberikan setelah bayi berusia 6 bulan karena ASI tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi. MP-ASI berupa makanan padat atau cair yang diberikan secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi atau anak. Pada usia 6-12 bulan, ASI hanya menyediakan ½ atau lebih kebutuhan gizi bayi, dan pada usia 12-24 bulan ASI menyediakan 1/3 dari kebutuhan gizinya sehingga MP-ASI harus segera diberikan mulai bayi berusia 6 bulan. Berikut tanda-tanda bayi sudah siap menerima MP-ASI :

  1. Jika bayi didudukkan kepalanya sudah tegak
  2. Bayi mulai meraih makanan dan memasukkannya ke dalam mulut
  3. Jika diberikan makanan lumat bayi tidak mengeluarkan makanan dengan lidahnya

Jenis MP ASI diantaranya :

  1. Buah-buahan yang dihaluskan/ dalam bentuk sari buah. Misalnya pisang ambon, pepaya , jeruk, tomat.
  2. Makanan lunak dan lembek. Misal bubur susu, nasi tim.
  3. Makanan bayi yang dikemas dalam kaleng/ karton/ sachet.

Bentuk MP-ASI antara lain:

  1. Makanan lumat yaitu sayuran, daging/ikan/telur, tahu/tempe dan buah yang dilumatkan/disaring, seperti tomat saring, pisang lumat halus, pepaya lumat air jeruk manis, bubur susu dan bubur ASI
  2. Makanan lembek atau dicincang yang mudah ditelan anak, seperti bubur nasi campur, nasi tim halus, bubur kacang hijau
  3. Makanan keluarga seperti nasi dengan lauk pauk, sayur dan buah

Bagaimana Pola Pemberian MP-ASI

  1. Bayi usia 6 – 8 bulan
    MP-ASI mulai diberikan dalam bentuk bubur halus, lembut, cukup kental, lalu dilanjutkan bertahap menjadid lebih kasar. MP-ASI diberikan 2 – 3 kali sehari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makannya, dapat diberikan 1 -2 kali makanan selingan. MP-ASI diberikan sekitar 2 – 3 sendok makan per kali makannya, ditingkatkan bertahap sampai setengah mangkuk atau setengah gelas ukuran air mineral kemasan (125 ml). Makanan utama diberikan dalam bentuk MP-ASI saring/lumat dan makanan selingannya berupa buah, biskuit, dan bubur sum-sum.
  2. Bayi usia 9 – 11 bulan
    MP-ASI diberikan dalam bentuk makanan yang dicincang halus atau disaring kasar, ditingkatkan semakin kasar sampai makanan dapat dipegang/diambil dengan tangan. Pemberiannya 3 – 4 kali sehari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makan, dapat diberikan makanan selingan 1 – 2 kali sehari. MP-ASI diberikan setengah sampai tiga perempat mangkuk (125 ml – 175 ml) dan waktu makan tidak lebih dari 30 menit. Makanan utama diberikan dalam bentuk MP-ASI kasar/ makanan keluarga yang dimodifikasi (lembek, berbumbu ringan, tetapi tidak pedas) dan makanan selingannya berupa biskuit, buah, puding, dan bubur sum-sum.
  3. Bayi usia 12 – 23 bulan
    MP-ASI sudah bisa diberikan dalam bentuk makanan keluarga (padat), jika perlu masih dicincang atau disaring kasar. Pemberiannya 3 – 4 kali sehari, ASI tetap diberikan. Tergantung nafsu makan, dapat diberikan makanan selingan 1 – 2 kali sehari. MP-ASI diberikan tiga perempat sampai satu mangkuk (175 ml – 250 ml) dan waktu makan tidak lebih dari 30 menit. Makanan utama diberikan dalam bentuk makanan keluarga (padat) berbumbu ringan, tetapi tidak pedas dan sedikit lembek/lunak dan makanan selingannya berupa biskuit, buah dan kue, puding, kolak, dan bubur kacang hijau.

Kebutuhan Gizi Bayi

  1. Protein
    Protein merupakan sumber asam amino essensial untuk pertumbuhan dan pembentukkan serum, haemoglobin, enzim, hormon, serta antibodi; mengganti sel-sel tubuh yang rusak; memlihara keseimbangan asam-basa cairan tubuh serta sumber energi. Kebutuhan protein pada bayi sekitar 5% dari total kalori dan angka kecukupan protein sekitar 15 gram perhari. Beberapa sumber protein dari bahan makanan yang baik antara lain protein hewani (daging, ayam, ikan, kuning telur, keju, yoghurt) dan protein nabati (kacang-kacangan, sereal, dan tepung-tepungan). Sumber protein hewani mengandung jumlah asam amino essensial lebih tinggi dibandingkan dengan protein nabati. Sehingga, konsumsi satu jenis protein nabati dengan kandungan asam amino essensial yang rendah harus dilengkapi dengan konsumsi dari jenis
  2. Lemak
    Asam lemak merupakan bagian terbesar dari lemak dan harus tersedia dalam makanan sehari-hari karena tidak dapat disintesis dalam tubuh. Asam lemak tersebut disebut asam lemak esensial yang terdiri dari 2 jenis yaitu asam linoleat dan asam (AL) dan asam Alfa Linolenat (ALL). Fungsi lemak antara lain : menyuplai hampir 50% energi untuk kebutuhan sehari, kondisi ini dapat dipenuhi dari ASI atau susu formula serta MP-ASI; Memacu penyimpanan lemak tubuh untuk menjaga suhu tubuh dan melindungi organ-organ penting tubuh; Membantu penyerapan vitamin larut lemak; Membantu menyediakan asam lemak esensial untuk perkembangan otak, kesehatan kulit, rambut serta mata, serta melindungi dari penyakit. Kebutuhan lemak pada bayi sekitar 55% dari total kalori, dan kecukupan lemak sekitar 35 gram sehari. Makanan sumber lemak yang dianjurkan umumnya berasal dari lemak essensial seperti kacang-kacangan, minyak nabati, gandum utuh, dan beras merah.
  3. Karbohidrat
    Fungsi utama karbohidrat adalah menyuplai energi untuk pertumbuhan, dan aktifitas. Jenis Karbohidrat yang paling cocok untuk bayi adalah Laktosa yang terdapat dalam ASI atau PASI. Untuk bayi yang mengalami lactos intoleran dimana tidak dapat memetabolisme laktosa dan galaktosa dalam sistem pencernaannya diberikan susu formula bebas laktosa seperti susu soya yang mengandung karbohidrat dalam bentuk sukrosa, sirup jagung, tepung tapioka. Setelah bayi berusia 6 bulan, bayi membutuhkan karbohidrat tambahan yang diberikan berupa MP-ASI seperti sereal, produk tepung-tepungan dan buah-buahan. Kebutuhan karbohidrat sekitar 40% dari total kalori dan kecukupan karbohidrat sekitar 105 gram sehari. Jenis karbohidrat yang tidak dapat diserap oleh tubuh akan difermentasikan di usus bagian bawah, kondisi ini sering menyebabkan bayi mengalami diare, sakit perut dan muntah, untuk itu bayi usia kurang dari 6 bulan tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi jus buah ataupun sayuran.
  4. Mikronutrien (vitamin dan mineral)
    Zat gizi mikro yang dibutuhkan bayi hampir semua terpenuhi dari ASI jika konsumsi ASI nya cukup. Namun kandungan vitamin D yang diperlukan untuk penyerapan calsium dan pembentukan tulang dalam ASI tergolong rendah sehingga perlu suplementasi pada kondis-kondis khusus misal defisiensi. Vitamin D juga perlu diberikan melalui paparan sinar matahari. Untuk ibu menyusui yang kurang mendapatan asupan lauk hewani atau ibu menyusui yang menjalankan diet vegetarian asupan vit B 12 pada bayinya perlu diwaspadai. Pada bayi, defisiensi vitamin A, B, dan C sering terjadi. Sehingga, sumber vitamin dan mineral seperti sayur sebanyak 100 – 150 gram perlu diperhatikan. Sumber buah-buahan seperti buah berwarna kuning atau jingga dan asam (pisang, pepaya, mangga, nanas dan jeruk) sebanyak 100 – 200 gram perhari juga perlu diberikan.

Bagaimana cara pemberian MP-ASI?
Seorang anak perlu belajar bagaimana cara makan, mencoba rasa dan tekstur makanan baru. Anak perlu belajar mengunyah makanan, memindah-mindahkan makanan dalam mulut dan menelannya dengan cara :

  1. Memberi perhatian disertai senyum dan kasih sayang
  2. Tatap mata anak dan ucapkan kata-kata yang mendorong anak untuk makan
  3. Beri makan anak dengan sabar dan tidak tergesa-gesa
  4. Tunggu bila anak sedang berhenti makan dan suapi lagi setelah beberapa saat, jangan dipaksa
  5. Cobakan berbagai bahan makanan, rasa dan tekstur agar anak suka makan
  6. Beri makanan yang dipotong kecil, sehingga anak dapat belajar memegang dan makan sendiri.

Untuk mengetahui bagaimana gizi pada bayi dan info lebih lanjut, silahkan hubungi kami by phone / WA di 0823 8993 1661 (Alfon)

Referensi :

  1. Hardinsyah & Supariasa IDN (eds). 2017. Ilmu Gizi, Teori & Aplikasi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
  2. Kemenkes. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta : Kemenkes
  3. Kemenkes. 2019. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta : Kemenkes
  4. Hardinsyah, Riyadi H., & Napitupulu V. 2013. Kecukupan Energi, Protein, Lemak dan Karbohidrat.
  5. Pritasari, Damayanti D., & Lestari NT. 2017. Gizi Dalam Daur Kehidupan . BPPSDMK: Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *